Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan paradigma prosedur bedah Seksio Sesarea (SC) di Indonesia dari tindakan penyelamatan medis darurat menjadi pilihan gaya hidup (lifestyle).
Fenomena ini diidentifikasi sebagai The Style Tokophobia , yaitu ketakutan patologis terhadap representasi normal yang dikapitalisasi sebagai tren sosial di wilayah perkotaan. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan hukum sosiologis, penelitian ini membedah disparitas data antara wilayah DKI Jakarta (31,1%) dan Papua (6,7%) sebagai bukti autentik adanya anomali praktik medis.
Temuan penelitian menunjukkan bahwa eskalasi prosedur SC non-medis dipicu oleh kolaborasi antara profitabilitas rumah sakit melalui strategi Supplier-Induksi Demand, praktik Defensive Medicine untuk mitigasi risiko hukum, serta preferensi estetika pasien. Penelitian menyimpulkan adanya disfungsi etika medis yang menetapkan batasan antara kebutuhan klinis dan keinginan subjektif. Rekomendasi penelitian tekanan perlunya audit independen medis dan penguatan kedaulatan tubuh pasien guna memutus mata rantai komersialisasi rahim.
📢 BACA VERSI LENGKAP & DISKUSI INTERAKTIF :
Ingin membaca analisis ini dengan bahasa yang lebih ringan dan studi kasus nyata? Kunjungi artikel selengkapnya di Blog Resmi KunciPro:
👉 [ Tokophopia Gaya ]
KunciPro Research Institute - Membongkar Kebenaran, Melawan Arus.