Studi ini memikirkan fenomena "Sindrom Frankenstein" dalam ekosistem publikasi hukum di Indonesia, di mana karya ilmiah direduksi menjadi sekadar kumpulan kutipan yang tanpa ide asli.
Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi dampak hegemoni pengindeksan (seperti SINTA dan Scopus) yang menciptakan kecemasan akademis dan fenomena "Zombie Akademis"—tulisan yang secara administratif hidup tetapi secara dialektis mati. Dengan menggunakan metode Sosio-Legal dengan pendekatan Studi Hukum Kritis (CLS) dan Autoetnografi, penulis melakukan otopsi kritis terhadap budaya "kodifikasi tanpa narasi". Temuan menunjukkan bahwa validitas kebenaran hukum telah bergeser dari kekuatan argumen logistik ke sekadar kuantitas bibliografi. Penulis menyimpulkan bahwa ekosistem saat ini telah menyebabkan "Kematian Kepengarangan" dan merekomendasikan reformasi radikal dalam parameter penilaian jurnal untuk mengembalikan hukum sebagai ilmu yang dinamis.
Kata kunci: Sindrom Frankenstein Ilmiah, Zombie Akademik, Hegemoni Sitasi, Kematian Kepengarangan, Kritik Jurnal Hukum.
📢 BACA VERSI LENGKAP & DISKUSI INTERAKTIF :
Ingin membaca analisis ini dengan bahasa yang lebih ringan dan studi kasus nyata? Kunjungi artikel selengkapnya di Blog Resmi KunciPro:
👉 [ Zombie Akademik ]
KunciPro Research Institute - Membongkar Kebenaran, Melawan Arus.
📊 DATA VALIDASI GLOBAL (DOI)
👁️ Views: ...
📥 Downloads: ...
Data ditarik otomatis via DataCite API untuk DOI: 10.5281/zenodo.18195205